Posisi menari Bachata klasik membedakan antara posisi terbuka dan tertutup. Dalam posisi terbuka, leader dan follower berpegangan tangan setinggi perut. Siku ditekuk sedikit di depan tubuh, yang membentuk penyangga elastis. Dalam posisi tertutup, leader meletakkan tangan kanannya di tulang belikat kiri pasangannya, sementara sang pasangan meletakkan tangan kirinya dengan santai di bahu kanan leader. Tangan yang bebas berpegangan di samping setinggi mata pasangan yang lebih pendek.
Hal yang krusial untuk posisi leader-follower Bachata yang berfungsi dengan baik adalah prinsip bingkai (frame). Lengan bukanlah tali yang kendur, tetapi juga bukan batang besi yang kaku. Lengan mempertahankan bentuknya secara stabil di depan tubuh bagian atas. Jika tubuh bagian atas leader bergerak, lengan akan bergerak sebagai satu kesatuan. Hanya dengan cara ini impuls dapat ditransmisikan ke follower tanpa penundaan. Komunikasi fisik yang halus ini membutuhkan perhatian dan kepekaan yang tepat terhadap pasangan, sangat mirip dengan seni pelukan Tango Argentino, di mana koneksi juga menjadi inti dari tarian tersebut.