Bagaimana ritme terlarang melahirkan sebuah budaya
Akar dari komunitas yang mendunia ini terletak pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Setelah berakhirnya perbudakan di Brasil pada tahun 1888, ribuan mantan budak dari negara bagian Bahia berbondong-bondong menuju ibu kota saat itu, Rio de Janeiro. Mereka menetap terutama di perbukitan di sekitar pusat kota, yang kini dikenal sebagai favela. Mereka membawa ritme khas Afrika yang kemudian bercampur dengan pengaruh Eropa di halaman belakang rumah. Fase awal ini ditandai dengan marginalisasi yang kuat, karena budaya Afro-Brasil dan musik jalanan dipandang dengan penuh kecurigaan oleh elit kulit putih dan sering kali dikejar oleh polisi. Di lingkungan yang keras inilah kelompok musik dan tari informal pertama muncul sebagai ruang perlindungan bagi identitas mereka sendiri.


