Permainan gerak membuat tujuan belajar terlihat
Saat memilih kelas tari untuk anak-anak di Wina, pembelajaran yang dikemas dengan permainan bukan berarti mereka tidak belajar. Aktivitas seperti „Bergeraklah mengelilingi ruangan dan diam membeku saat musik berhenti“ menggabungkan kemampuan mendengarkan, bereaksi, dan menjaga keseimbangan. Anak harus mengingat aturan dan menghentikan gerakannya tepat waktu. Yang penting, aktivitas itu diulang dan diubah dengan sengaja, misalnya dengan langkah yang lebih kecil atau arah gerakan yang berbeda.
Permainan gerak yang baik memiliki tugas yang jelas dan memberi ruang untuk menemukan cara sendiri. „Mengendaplah seperti kucing“ dapat mendorong anak untuk melangkah dengan pelan; sebaliknya, „lakukan apa saja“ belum mengajarkan tujuan gerak tertentu. Cerita pendek sangat membantu ketika konsep abstrak seperti pemindahan berat badan belum banyak berarti. Contoh gambaran seperti ini bisa kamu temukan dalam aktivitas tari dengan gerakan kostum untuk anak TK.
Aktivitas ritmis juga tidak harus langsung berupa rangkaian langkah yang panjang. Dalam kelas tap dance untuk anak-anak dengan permainan bunyi, kamu bisa melihat bagaimana mendengarkan dan memberi respons sendiri saling mendukung. Hal ini penting saat kamu memilih kelas: Bisakah kamu mengetahui apa yang dilatih anak lewat aktivitas tersebut? Tarian panggung yang sudah jadi bukan bukti yang diperlukan. Pengulangan satu gerakan pun dapat menunjukkan bahwa gerakan yang semula acak mulai menjadi pilihan yang disengaja.








