Mengapa membandingkan diri dengan orang lain justru menghambatmu
Memulai kelas di sekolah tari itu menyenangkan. Wajah-wajah baru, gerakan yang asing, dan kedekatan fisik pertama saat menari berpasangan membuat perasaan campur aduk. Namun, ada tamu tak diundang yang cepat menyusup: kebiasaan terus-menerus melirik ke kiri dan ke kanan. Siapa yang bergerak lebih luwes? Pasangan mana yang lebih cepat menguasai putaran? Siapa yang terlihat lebih keren di cermin? Perbandingan sosial seperti ini sangat wajar, tetapi justru menghambatmu di lantai dansa.
Jika kamu terus-menerus ingin menari lebih baik daripada orang lain, kamu akan kehilangan koneksi dengan tubuhmu sendiri dan pasangan menarimu. Sekolah tari bukanlah kantor kompetisi, melainkan tempat untuk bertemu. Tekanan untuk tampil sempurna hanya akan membuat gerakanmu kaku dan tubuhmu tegang. Begitu kamu menerima bahwa setiap orang memiliki kecepatan belajar masing-masing, beban besar akan terangkat dari pundakmu.



