Berlatih dengan pasangan yang cocok
Di udansa, kamu bisa menemukan pasangan dansa untuk sesi latihan santai, di mana kamu bisa menentukan sendiri perubahan arah dan jeda.
Oleh Mary De LucaDiperbarui
Di udansa, kamu bisa menemukan pasangan dansa untuk sesi latihan santai, di mana kamu bisa menentukan sendiri perubahan arah dan jeda.
Untuk memilih kelas, ada 3 faktor beban yang penting: puntiran saat kaki menumpu, kedalaman tekukan, dan jumlah pengulangan. Musik lambat tidak otomatis membuat suatu gerakan aman bagi lutut. Jika kakimu tetap menapak di lantai sementara panggul dan tubuh bagian atas terus berputar, tuntutannya berbeda dibandingkan saat berganti arah melalui beberapa langkah. Gerakan kaki harus selaras dengan perubahan arah tubuh. Panduan memimpin dalam Foxtrott menunjukkan perbedaan antara lintasan lurus dan putaran, tetapi panduan ini bukan rekomendasi medis.
Dalam posisi menari yang rendah, beban pada bagian lutut tertentu sering kali meningkat. Selain itu, otot-ototmu harus mengendalikan gerakan menurunkan dan mengangkat tubuh. Karena itu, tekukan ringan yang singkat berbeda dari gerakan memantul dalam posisi rendah yang dilakukan berulang kali. Kamu tidak perlu mencapai rentang gerak maksimal untuk mengikuti kelas pertama.
Urutan langkah yang tampak biasa pun dapat memperparah keluhan jika terus diulang. Yang berpengaruh bukan hanya durasi kelas: pengulangan tanpa jeda, tempo, dan rasa lelah juga mengubah beban. Saat lelah dan gerakan kakimu menjadi kurang tepat, putaran sambil melangkah yang direncanakan bisa berubah menjadi puntiran pada kaki tumpu. Karena itu, bagian latihan teknik yang bisa dijeda lebih mudah diatur daripada latihan panjang mengikuti musik. Untuk meningkatkan beban menari secara bertahap nantinya, yang menentukan adalah respons lututmu, bukan tempo kelompok.

Periksakan keluhan baru atau yang memburuk, pembengkakan, lutut terkunci, dan lutut terasa goyah ke dokter sebelum kelas. Jika lutut tiba-tiba terasa panas dan memerah, kamu demam, atau tidak mampu menumpu berat badan, segera cari bantuan medis alih-alih mengikuti kelas percobaan.
Catat bagaimana lututmu terasa saat berjalan, bangkit berdiri, dan menaiki tangga saat ini. Catat juga pembengkakan yang sudah ada. Dengan begitu, nantinya kamu lebih mudah mengenali perubahan akibat menari, alih-alih mengira keluhan yang sudah ada sebagai keluhan baru.
Untuk mencoba, pilih kelas dengan gerakan yang dilatih satu per satu dan memungkinkanmu beristirahat kapan saja. Rangkaian koreografi yang panjang menyulitkanmu mengatur intensitas. Tempat di pinggir memungkinkanmu melewatkan satu pengulangan tanpa harus berjalan melewati tengah kelompok.
Beri tahu instruktur kelas sebelum mulai bahwa kamu mengalami osteoartritis lutut dan untuk sementara tidak akan melakukan posisi rendah atau putaran dengan kaki yang tetap menapak. Pasangan dansamu mengarahkan perubahan arah dengan memberi tahu sebelumnya dan tanpa menarik lenganmu, agar kamu bisa melakukannya sendiri.
Setelah berjalan santai, mulailah dengan langkah-langkah kecil tanpa berputar. Pijakkan kaki dengan sadar dan pindahkan berat badan secara terkendali. Jika kamu sudah berjalan terpincang-pincang atau rasa sakit semakin parah, rangkaian tarian ini bukan beban yang cocok untuk hari ini.
Pertama, tambahkan perubahan arah dengan beberapa langkah, tanpa menahan kaki yang sedang menopang beban tetap di tempat. Hindari squat dalam. Jangan sekaligus memperpanjang waktu latihan dan meningkatkan tempo, karena jika tidak, akan sulit mengetahui penyebab reaksi yang tidak diinginkan.
Pantau kondisi lututmu pada 2 waktu: tepat setelah kelas dan keesokan paginya. Catat nyeri, pembengkakan, dan kemampuan berjalan. Jika kondisinya memburuk secara nyata, kurangi beban aktivitas berikutnya; keluhan yang menetap atau semakin parah perlu diperiksakan ke dokter.
Tidak ada gaya tarian yang paling cocok untuk semua orang dengan osteoartritis lutut. Rangkaian gerakan sederhana dengan perpindahan berat badan yang terkendali mungkin lebih mudah disesuaikan daripada rangkaian yang memiliki banyak putaran atau posisi rendah. Bahkan dalam gaya yang sama, gerakannya bisa sangat berbeda. Karena itu, nama gaya tarian saja tidak cukup untuk dijadikan rekomendasi yang dapat diandalkan.
Putaran tidak sepenuhnya dilarang jika mengalami osteoartritis lutut, tetapi harus sesuai dengan kemampuan tubuhmu menanggung beban. Memutar tubuh saat kaki yang menahan beban tetap berpijak bisa sangat tidak menguntungkan. Berubah arah dengan beberapa langkah yang berpindah-pindah memberikan tuntutan yang berbeda. Namun, gerakan itu tetap memberi beban dan bukan berarti gerakan yang menyakitkan otomatis aman dilakukan.
Sedikit menekuk lutut mungkin bisa dilakukan jika terasa nyaman bagimu. Osteoartritis lutut bukan berarti kamu harus selalu meluruskan kaki sepenuhnya. Namun, posisi rendah, menahannya dalam waktu lama, dan berulang kali menurunkan badan memberikan tuntutan yang berbeda dari sedikit menekuk lutut saat memindahkan berat badan. Jangan memaksakan posisi yang terasa sakit hanya untuk meniru suatu gerakan.
Bunyi pada lutut yang tidak disertai rasa sakit tidak otomatis berarti kamu harus berhenti menari. Bunyi saja tidak dapat menunjukkan secara pasti seberapa baik tubuhmu menoleransi suatu gerakan. Perhatikan gejala yang menyertainya, seperti nyeri, pembengkakan baru, lutut terkunci, atau terasa tidak stabil. Jika gejala seperti itu baru muncul, hentikan aktivitas yang membebani lutut dan periksakan keluhanmu.
Menari bukan metode yang terbukti dapat membangun kembali tulang rawan yang hilang akibat osteoartritis lutut. Gerakan yang sesuai dapat membantu menjaga kelenturan, kerja otot, dan kemampuan tubuh menanggung beban. Namun, hal ini bukan berarti ada jaminan sembuh. Kursus tari rekreasi tidak menggantikan perawatan yang disesuaikan untukmu atau fisioterapi yang diresepkan, dan gerakan yang sulit bukan rangsangan latihan yang harus dilakukan.
Jangan minum obat pereda nyeri tambahan atau mengubah dosisnya hanya agar bisa menyelesaikan rangkaian tarian yang membebani lutut. Ikuti perawatan yang diresepkan untukmu, dan konsultasikan perubahan apa pun dengan dokter. Saat rasa nyeri berkurang, pembengkakan, pincang, dan perubahan cara bergerak tetap menjadi tanda penting yang perlu diperhatikan. Rasa nyeri yang berkurang setelah minum obat tidak otomatis berarti lututmu mampu menanggung beban lebih besar.