Tanggal yang tepat menyesuaikan rutinitas tamu-tamumu
Dalam menentukan tanggal acara, ketersediaan waktu bukan sekadar soal ada atau tidaknya waktu kosong di kalender. Tamu-tamumu perlu mempertimbangkan perjalanan, kewajiban lain, dan kegiatan keesokan harinya. Jumat malam yang larut mungkin cocok bagi mereka yang bekerja di sekitar lokasi, tetapi bisa menyulitkan orang yang harus menempuh perjalanan jauh. Minggu sore mungkin menarik pengunjung yang berbeda dibandingkan malam sebelum hari kerja.
Karena itu, pertimbangan utamanya adalah kelompok sasaran yang sudah ditentukan. Jika sebagian besar peserta berasal dari kalangan orang tua murid kursusmu, jadwal pengasuhan anak lebih penting dibandingkan jika pesertanya berasal dari komunitas tari lintas wilayah. Penentuan sasaran sekolah tarimu menjadi acuan, tanpa perlu membuat konsep acara baru untuk setiap tanggal.
Liburan sekolah dan hari libur nasional bisa berdampak dua arah: sebagian tamu punya lebih banyak waktu luang, sementara yang lain bepergian atau punya urusan keluarga. Jika pesertanya berasal dari berbagai wilayah, jadwal liburan di daerah asal mereka juga perlu diperhatikan. Hari libur di lokasi acara tidak banyak membantu jika sebagian besar tamu yang datang dari luar kota harus bekerja keesokan paginya.
Tanggal yang lebih tepat adalah tanggal yang paling sedikit menyulitkan tamu-tamumu yang sebenarnya. Untuk menentukannya, pengamatan berulang dari kegiatan kursusmu lebih berguna daripada anggapan umum bahwa semua orang punya waktu di akhir pekan.


