Tradisi klub tampil dengan wajah yang terlihat
Düsseldorf memiliki sejarah karneval yang terorganisasi: pada 1825, pendahulu Comitee Düsseldorfer Carneval yang ada saat ini didirikan untuk memberi karneval struktur yang teratur. Rangkaian tradisi yang diwariskan mencakup membangunkan Hoppeditz pada 11 November dan mengakhiri musim karneval pada Rabu Abu. Kerangka ini menjelaskan mengapa penampilan kelompok tari bukan sekadar selingan tari biasa: penampilan tersebut berkaitan dengan kiprah komunitas klub.
KG Düssel-Narren dan Düsseldorfer Originale memiliki kelompok tari sendiri; di Düssel-Narren, kelompok tari anak-anak juga menjadi bagian dari pembinaan anggota muda. Contoh-contoh ini menunjukkan hubungan antara klub dan panggung, tanpa menyimpulkan susunan anggota atau jadwal pertunjukan terkini.
Dalam acara pertemuan dan pesta kostum, pidato, lagu, dan tarian ditampilkan berdampingan. Kelompok tari menghadirkan sarana ekspresi yang berbeda dalam format ini: jika pidato menyampaikan pesan melalui kata-kata, kelompok tari berbicara lewat gerakan bersama. Kostum yang berulang dan formasi yang selaras membuat klub tampak sebagai satu kesatuan. Gambaran yang lebih luas dapat dilihat dalam ulasan acara tari di Düsseldorf; di sini, fokusnya tetap pada penampilan panggung karneval.






