Lompat ke konten utama
Kualitas pengajaran5 menit

Cara mengenali kelas Dancehall yang benar-benar berkualitas

Oleh Mary De LucaDiperbarui

Singkatnya
  • Pengajaran Dancehall yang mendalam menyebutkan langkah-langkah yang diajarkan beserta penciptanya dari Jamaika, sejauh informasinya terdokumentasi dengan jelas.
  • Pengajaran yang baik membuat groove dan kaitannya dengan musik terdengar dan terlihat, bukan hanya memberikan koreografi.
  • Kelas pemula menyediakan pengulangan dan koreksi yang mudah dipahami; lokakarya dapat dibangun berdasarkan pengetahuan yang sudah ada.
  • Di udansa kamu bisa mencari kelas yang sesuai; nama kelas saja belum membuktikan kualitas pengajarannya.

Kamu bisa menari mengikuti satu rangkaian lengkap, tetapi tetap hampir tidak tahu apa yang baru saja kamu pelajari. Khususnya dalam Dancehall, ada perbedaan besar antara kelas yang hanya menunjukkan gerakan dan kelas yang menjelaskan asal-usul serta makna musikalnya.

DefinisiGroove

Groove adalah kualitas ritmis berulang dari suatu gerakan, yaitu bagaimana perpindahan berat tubuh, ketegangan tubuh, dan aksen berpadu dengan musik. Dua orang dapat melakukan langkah yang sama, tetapi groove mereka bisa berbeda.

Nama Step membuat gerakan yang dipelajari lebih mudah dikenali

Dancehall adalah budaya musik dan tari Jamaika, tempat para penari dan kru mengembangkan serta menyebarkan gerakan. Karena itu, sebuah Step yang memiliki nama bukan sekadar gerakan sembarang untuk rangkaian kebugaran. Namanya dapat membawamu kepada orang-orang yang menciptakan atau membentuknya, serta contoh penggunaannya dalam tarian.

Dalam kelas Dancehall yang mendalam, penjelasan tentang asal-usul ini merupakan bagian dari pengajaran. Pengajar menyebutkan nama Step, menjelaskan siapa penciptanya, dan membedakan gerakan yang diadaptasi dengan kombinasi yang dibuatnya sendiri. Sebagai sumber yang dapat ditelusuri, misalnya, bisa digunakan video yang jelas dikaitkan dengan pencipta atau kru tersebut. Video pendek yang banyak dibagikan tanpa mencantumkan asal-usul tidak bisa menjadi sumber seperti itu.

Jika atribusi belum dapat dipastikan, ketidakpastian itu perlu disampaikan dalam penjelasan. Ini lebih akurat daripada menyebutkan nama dengan yakin tanpa bukti. Karena itu, pengajar tidak harus menghafal setiap detail sejarah. Namun, pengajar sebaiknya menjelaskan dengan jelas apa dasar penyampaiannya. Dengan begitu, kamu bisa menghubungkan pelajaran dengan hal-hal di luar kelas: kamu dapat mengenali kembali gerakan yang dipelajari, menelusuri sumbernya lebih lanjut, dan membedakan kombinasi buatan sendiri dari Step yang memiliki nama.

Bahkan saat jeda latihan, aksen musikal yang mengiringi gerakan tetap terdengar.
Bahkan saat jeda latihan, aksen musikal yang mengiringi gerakan tetap terdengar.

Koreografi yang rapi belum tentu menjelaskan groove

Kelompok yang menari dengan sinkron terlihat meyakinkan. Meski begitu, kelasnya bisa saja lebih banyak berisi menghafal urutan. Dalam kelas Dancehall, perbedaannya terlihat ketika sebuah gerakan tidak hanya mengikuti hitungan, tetapi juga merespons karakter musik.

Groove, misalnya, berkaitan dengan alur perpindahan berat badan, kelenturan di antara aksen, dan cara sebuah gerakan menangkap bunyi. Jalur gerakan yang sama bisa terasa rata, memantul, atau beraksen kuat. Tidak ada satu postur tubuh yang otomatis membuat semua Dancehall Steps benar. Konteksnya yang menentukan.

Menghitung membantu menyusun gerakan. Namun, saat musik mulai terdengar, seharusnya jelas apa yang telah dipersiapkan dengan bantuan hitungan. Pengajar bisa menonjolkan aksen yang terdengar, membandingkan beberapa cara melakukan gerakan, atau meminta peserta mengulang bagian singkat. Jika lengan dan kaki sekaligus terasa terlalu sulit pada awalnya, prinsip mengatur koordinasi lengan dan kaki secara terpisah terlebih dahulu bisa membantu. Setelah itu, tugas yang dipisahkan tadi kembali dihubungkan dengan musik. Dengan begitu, gerakan bisa dipahami, bukan sekadar diingat sebagai urutan. Volume suara, keringat, dan pergantian gerakan yang cepat bukanlah tolok ukur kualitas yang dapat diandalkan.

Cara mengenali kelas yang mudah diikuti

Begini

  • Cantumkan nama langkah dan penciptanya jika dapat diverifikasi
  • Nyatakan secara jelas jika atribusinya belum dapat dipastikan
  • Tunjukkan aksen gerakan mengikuti musik yang terdengar
  • Tandai kombinasi buatan sendiri sebagai koreografi sendiri

Jangan seperti ini

  • Meneruskan rangkaian delapan hitungan hanya tanpa nama
  • Menyajikan dugaan tentang pencipta sebagai fakta yang pasti
  • Hanya menghitung dan membiarkan kaitannya dengan musik tanpa penjelasan
  • Menyebut kombinasi sendiri sebagai langkah tari yang diwariskan

Keterangan asal yang tepat membantumu menemukan kembali suatu gerakan nanti, bukan hanya mengingat kombinasi yang dipelajari di kelas.

Tim redaksi udansa

Format yang tepat memberimu ruang untuk memahami

Kursus Dancehall untuk pemula tidak perlu memuat sebanyak mungkin gerakan dalam satu jam. Susunan yang baik membuatmu bisa mengenali kembali gerakan, mendengar ritmenya, dan mencoba koreksi secara langsung. Tempo demonstrasi dan tempo belajar kelompok boleh berbeda. Penyederhanaan sebaiknya tetap mempertahankan motif gerakan, bukan sekadar menawarkan gerakan pengganti yang lebih mudah ditiru.

Sebaliknya, sebuah workshop dapat berfokus pada topik tertentu dan mengharuskan peserta menguasai dasar-dasarnya. Durasi yang singkat tidak otomatis membuatnya dangkal ataupun sangat intens. Yang menentukan adalah kesesuaian antara cakupan materi dan pengetahuan awal. Panduan tentang susunan kursus intensif tari untuk orang dewasa juga menjelaskan hubungan antara waktu belajar dan jumlah materi.

Untuk menentukan pilihan, kamu bisa mencari kelas Dancehall di udansa. Deskripsi yang bermanfaat mencantumkan tingkat kemampuan, fokus pengajaran, dan dasar-dasar yang akan diajarkan, bukan hanya mengumumkan koreografi yang penuh energi. Jika asal-usul materi tidak dijelaskan, sebaiknya ajukan pertanyaan yang spesifik: Penari atau kru Jamaika mana yang menjadi sumber materi pengajaran? Jawabannya seharusnya sesuai dengan gerakan yang benar-benar diajarkan. Menyebut sebuah nama sebagai pajangan promosi saja tidak cukup.

Dua format, pengalaman belajar yang berbeda

Kursus

Kelas Rutin

Waktu untuk mengulang dan berkembang secara bertahap

Kelas rutin memberimu waktu untuk mengenali kembali gerakan di antara sesi. Dasar-dasar yang sama dapat muncul dalam konteks musik yang berbeda, sementara koreksi disesuaikan dengan pengalamanmu sebelumnya.

Lokakarya

Fokus yang terarah

Waktu untuk cakupan yang terbatas

Lokakarya Dancehall dapat mendalami pendekatan gaya tertentu atau repertoar seorang pengajar. Kamu mendapat gambaran yang terfokus, sementara proses pendalaman dan pengulangan biasanya dilakukan di luar sesi tunggal ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

  1. Untuk kelas Dancehall kelompok biasa, kamu tidak perlu pasangan tetap. Biasanya kamu belajar bersama kelompok dan bergerak sendiri. Meski begitu, latihan bersama bisa saja dilakukan, misalnya saat kalian mengamati gerakan satu sama lain atau menyusun rangkaian gerakan singkat bersama.

Awali perjalananmu dengan konteks

Di udansa, kamu bisa mencari kelas Dancehall yang sesuai dengan level belajarmu. Lewat udansa connect, kamu juga bisa menemukan orang-orang untuk mengikuti kelas bersama dan mengulang materi yang sudah dipelajari.

Awali perjalananmu dengan konteks